Rabu, 30 Maret 2016

Resume buku Keterampilan Dasar Menulis


Judul
: Keterampilan Dasar Menulis
Penulis
: Suparno dan Mohamad Yunus
Penerbit
: Universitas Terbuka
Tahun Terbit
: 2007
Cetakan
: Kelima belas
Halaman
: 362 halaman, 6 modul ; 21 cm
Isbn
: 979-689-311-8


Modul 1 Menulis dan Penalaran
A.    Pengertian menulis
Menulis dapat di definisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Tulisan merupakan sebuah symbol atau lambang bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakainya. Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlihat : penulis sebagai penyampai pesan (penulis), pesan atau isi tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan.
Artikel, esai, laporan, resensi, karya sastra, buku, komik, dan cerita adalah contoh bentuk dan produk bahasa tulis yang akrab dengan kehidupan kita. Tulisan-tulisan itu menyajikan secara runtut dan menarik, ide, gagasan, dan perasaan penulisnya.
Manfaat menulis di antaranya dalam hal :
1.      Peningkatan kecerdasan
2.      Pengembangan daya inisiatif dan kreativitas
3.      Penumbuhan keberanian
4.      Pendorong kemauan dan kemampuan mengumpulkan informasi

Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, karena tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis. Ketidaksukaan tak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang di sekoalah yang kurang memotivasi dan merangsang minat.
Smith (1981) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya. Karena itu, untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya muncullah berbagai mitos atau pendapat yang keliru tentang menulis dan pembelajarannya.
Diantara mitos yang perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.
1.      Menulis itu mudah
Tanpa dilibatkan langsung dalam kegiatan dan latihan menulis, sesorang  tidak akan pernah mampu menulis dengan baik. Dia harus mencoba dan berlatih berulang kali : memilih topik, menentukan tujuan, mengenali pembaca, mencari informasi pendukung, menyusun kerangka karangan, serta menata dan menuangkan ide-idenya secara runtut dan tuntas dalam racikan bahasa yang terpahami.
2.      Kemampuan menggunakan unsure mekanik tulisan merupakan inti dari menulis
Karangan harus mengandung sesuatu atau isi yang akan disampaikan. Isi itu berupa ide, gagasan, perasaan, atau informasi yang akan diungkapkan penulis kepada orang lain. Unsur mekanik hanyalah sebagai salah satu alat yang digunakan untuk mengemas dan menyajikan isi karangan agar dapat dipahami dengan baik oleh pembaca. Keterampilan mekanik berupa penggunaan ejaan, pemilihan kata, pengkalimatan, pengalineaan, dan pewacanaan.
3.      Menulis itu harus sekali jadi
Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.
4.      Orang yang tidak menyukai dan tidak pernah menulis dapat mengajarkan menulis
Seseorang yang takut dan tidak suka menulis tidak akan bisa mengajarkan menulis kepada orang lain.

B.     Hubungan Menulis dengan Keterampilan Berbahasa yang lain
1.      Hubungan Menulis dengan Membaca
Menurut Goodman dkk. (1987) dan Tierney (1983 dalam Tompskin dan Hoskisson, 1995), baca-tulis merupakan suatu kegiatan yang menjadikan penulis sebagai pembaca dan pembaca sebagai penulis.
2.      Hubungan Menulis dengan Menyimak
Melalui menyimak penulis dapat memperoleh idea tau informasi untuk tulisannya dan menginspirasi tata saji dan struktur penyampaian lisan yang menarik hatinya, yang akan berguna untuk aktivitas menulisnya.
3.      Hubungan Menulis dengan Berbicara
Aspek Pembeda
Berbicara
Menulis
Kecaraan
1.      Komunikasi terjadi secara langsung, pembicara dan penyimak bersemuka (berhadapan)
2.      Pembicara tampil langsung dengan segala kelebihan dan kekurangannya




3.      Tanggapan penyimak (paham/tidak paham, suka/tidak suka) dapat ditangkap secara langsung, saat itu juga.
4.      Berdasarkan tanggapan itu, pembicara secara langsung dapat segera mengubah atau memperbaiki pembicaraannya.
1.      Komunikasi terjadi tidak langsung, penulis dan pembaca tersekat ruang dan waktu

2.      Penulis tampil setelah tulisannya dianggap siap. Dia memiliki waktu yang cukup leluasa untuk menyiapkan tulisan sebaik-baiknya.

3.      Tanggapan pembaca terhadap tulisannya tidak dapat diperoleh seketika.

4.      Penulis tidak dapat memperbaiki kekurangan atau kesalahan tulisan yang telah dipublikasikan dengan cepat.
Media
1.      Pembicara mengungkapkan pesannya secara lisan.
2.      Dalam berbicara, unsur nonverbal seperti suara, mimik, pandangan, dan gerak, dapat secara langsung digunakan untuk memperjelas, mempertegas, dan menarik perhatian penyimak.
1.      Penulis menyampaikan pesannya secara tertulis.
2.      Dalam menulis, penulis hanya dapat menggunakan gambar atau ilustrasi, gaya dan racikan bahasa, serta kaidah penulisan untuk memperjelas, mempertegas, dan menarik perhatian pembaca.


C.     Penalaran
Cara berbahasa seseorang , termasuk menulis, akan dipengaruhi oleh caranya bernalar. Penalaran (reasoning, jalan pikiran) adalah suatu proses  berpikir yang sistematik dan logis untuk memperoleh sebuah kesimpulan (pengetahuan, keyakinan, atau opini). Secara umum penalaran dapat dilakukan dengan cara induksi atau deduksi, atau gabungan keduanya.
Dalam bernalar seseorang dapat melakukan salah nalar, yang disebabkan oleh kekeliruan dalam proses berpikir : kekurangcermatan, kecerobohan, ketidaktahuan, atau sikap emosional. Semua itu disebabkan oleh generalisasi yang terlalu luas, kerancuan analogi, kesalahan kausalitas, kesalahan relevansi (karena kekurangpahaman, pengabaian, atau penyembunyian masalah sesungguhnya), dan kesalahan karena menyandarkan pendapat atau alasan mengenai suatu masalah terhadap seorang tokoh atau ahli diluar kepakarannya.
Modul 2
Kalimat Efektif
Pengembangan kalimat efektif dilakukan untuk menjadikan kalimat sebagai sarana pengungkap dan penangkap pesan agar komunikasi terjadi secara efektif. Ada dua hal yang harus diperhatikan untuk mengembangkan kalimat efektif, yakni persyaratan kalimat efektif dan kiat pengembangan kalimat efektif.
Persyaratan kalimat efektif ada dua, yakni persyaratan kebenaran dan persyaratan kecocokan.
sementara kiat pengembangan kalimat efektif dibagi menjadi empat :
1.      Kiat pengulangan
2.      Kiat pengedepanan
3.      Kiat penyejajaran
4.      Kiat pengaturan variasi kalimat




Modul 3
Karangan
Perancangan Karangan
            Sebagai proses, karangan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan.
A.    Penentuan Topik Karangan
Dalam proses penulisan karangan, tema merupakan gagasan dasar yang menjadi tumpuan topic karangan. Topik karangan juga tidak sama dengan judul karangan. Kalau topik karangan adalah hal pokok yang diungkapkan dalam karangan.
B.     Penentuan Tujuan Penulisan
Tujuan yang ingin dicapai oleh seorang pengarang bermacam-macam, seperti menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar, membuat pembaca tahu tentang hal yang ingin diberitakan, menjadikan pembaca beropini, menjadikan pembaca mengerti, dan membuat pembaca terpersuasi oleh isi karangan, atau membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang dikemukakan dalam karangan.
C.     Penyusunan Rancangan Karangan
Kerangka karangan (out line) adalah kerangka tulis yang menggambarkan bagian-bagian atau butir-butir isi karangan dalam tautan sistematis, seperti (1) sub-subtopik, karangan baik dari segi jumlah dan jenisnya, (2 ) urutan sub-subtopik isi karangan, dan (3) hubungan antarsubtopik dalam karangan.

Pengembangan Paragraf
            Paragraf adalah bagian karangan, berupa untaian kalimat berstruktur yang berisi gagasan dasar dan sejumlah gagasan pengembang. Ada empat persyaratan pembentukan paragraf, yaitu :
1.      Persyaratan kesatuan atau keutuhan yang ditandai oleh satu gagasan dasar dan sejumlah gagasan pengembang.
2.      Persyaratan pengembang yang ditandai oleh adanya kalimat topik dan sejumlah kalimat pengembang.
3.      Persyaratan kepaduan yang ditandai dengan hubungan yang harmonis antara isi kalimat dalam paragraf
4.      Persyaratan kekompakan yang ditandai oleh keserasian hubungan bentuk struktur dan leksikon.


Penyusunan Karangan
Penyusunan karangan adalah kegiatan mewujudkan karangan yang utuh. Kegiatan itu mencakup dua tahap yaitu tahap penulisan draft dan tahap penyuntingan draft. Tahap penulisan draft awal dilakukan berdasarkan kerangka karangan yang sudah diwujudkan. Draft awal yang dihasilkan memiliki cirri kasar, kaku, dan mengandung kesalahan. Pada tahap penyuntingan, kegiatan yang dilakukan adalah memeriksa draft awal yang sudah dihasilkan. Aspek-aspek yang diperiksa adalah aspek isi, bahasa, ejaan dan tanda baca, serta teknik penulisan.

Modul 4
Deskripsi dan Narasi
Deskripsi
Deskripsi merupakan jenis karangan yang bermaksud menyampaikan kesan-kesan tentang sesuatu, dengan sifat dan gerak-geriknya, atau sesuatu yang lain kepada pembaca. Untuk mencapai tujuan deskripsi itu, kita di tuntut untuk mampu memilih dan mendayagunakan kata-kata yang dapat memancing kesan serta citra indrawi dan suasana batiniah pembaca. Sesuatu yang di deskripsikan harus tersaji secara gambling, hidup, dan tepat.
Ada tiga alternatif pendekatan yang dapat dipilih dalam membuat karangan deskripsi, yakni pendekatan ekspositoris, impresionistik, dan pendekatan menurut sikap pengarang.

Narasi
Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa. Tujuan menulis narasi secara fundamental ada dua, yaitu (1) hendak memberikan informasi atau memberi wawasan dan memperluas pengetahuan pembaca, dan (2) hendak memberikan pengalaman estetis kepada pembaca. Pengembangan karangan narasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah :
1.      Menentukan tema atau amanat apa yang akan disampaikan
2.      Menetapkan sasaran pembaca
3.      Merancang peristiwa-peristiwa utama yang akan ditampilkan dalam bentuk skema alur
4.      Membagi peristiwa utama kedalam bagian awal, perkembangan, dan akhir cerita
5.      Merinci peristiwa-peristiwa utama ke dalam detail-detail peristiwa sebagai pendukung, cerita
6.      Menyusun tokoh dan perwatakan, serta latar, dan sudut pandang

Modul 5
Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi
Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang bertujuan utama untuk memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu. Langkah yang ditempuh dalam membuat eksposisi  :
1.      Menentukan topic karangan
2.      Menentukan tujuan penulisan
3.      Merencanakan paparan dengan membuat kerangka yang lengkap dan tersusun baik
Argumentasi dan Persuasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. Karangan ini ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan, untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
Karangan argumentasi dikembangkan dengan dua teknik, yaitu (1) teknik induktif, dan (2) teknik deduktif.
Karangan persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya bujuk, berdaya ajuk, ataupun berdaya himbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti himbauan implicit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis. Untuk dapat menyusun karangan persuasi yang efektif diperlukan kemampuan menciptakan persuasi, yaitu kemampuan memanfaatkan alat-alat persuasi yang berupa : (1) bahasa, (2) nada, (3) detail , (4) pengaturan (organisasi), dan (5) kewenangan.
Modul 6
Surat Menyurat Dinas
Seluk Beluk Surat
Surat adalah salah satu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu pesan dari satu pihak (perorangan, kelompok, atau organisasi) kepada pihak lain. Apabila surat itu mengandung pesan yang menyangkut kepentingan formal atau dinas, maka surat seperti itu disebut surat dinas atau surat resmi.
Mengingat berbagai fungsi yang dimiliki surat, maka surat dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Klasifikasi jenis surat didasarkan atas kepentingan dan asal pengirimnya, isi sifat, banyaknya sasaran, tingkat kepentingan penyelesaiannya, wujud, dan ruang lingkup sasarannya.


Menulis Surat
Bagian-bagian surat dinas/resmi yang lengkap terdiri atas : kepala surat, nomor, tampilan, hal, tanggal, alamat dalam surat, salam pembuka, isi atau tubuh surat, salam penutup, nama organisasi atau jabatan penulis surat, tanda tangan, nama terang, NIP bagi pegawai pemerintah, tembusan, dan inisial.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar