Kamis, 17 Maret 2016

Scientific Writing



SCIENTIFIC WRITING
PLANNING biasa disebut juga perencanaan, perencanaan jurnal penelitian saya yang berasal dari acuan jurnal yang telah saya baca, pertama saya mencari masalah yang belum diteliti oleh penulis agar tidak terjadi plagiat atau penjiplakan. Jurnal yang saya jadikan sebagai acuan perencanaan penelitian saya adalah jurnal penelitian pada tahun 2014 yang berjudul  PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA BERBASIS KARAKTER : SEBUAH EVALUASI KINERJA oleh Dr. Esti Ismawati, MPd.
Disini penulis melakukan penelitian terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia berbasis karakter. Dimana penulis mengatakan bahwa pendidikan karakter yang dimasukan kedalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia hanya beberapa saja yang tercapai tujuannya. Dr.Esti Ismawati, M.Pd mengatakan bahwa Pendidikan karakter yang dimasukkan dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia baru memperoleh capaian 14 butir dari 18 butir yang diinternalisasi dalam diri siswa. Keempat butir karakter yang belum menjadi bagian dalam pribadi siswa adalah
 (1) kreatif,
 (2) curiousity atau rasa ingin tahu,
 (3) cinta tanahair, dan
 (4) gemar membaca.
Menurutnya tulisan yang ia buat terfokus pada satu butir implementasi pendidikan karakter dalam kurikulum yakni Integrasi Pendidikan Karakter dalam pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.
Setelah membaca jurnal penelitian ini rencananya saya akan membuat jurnal penelitian baru yakni Menumbuhkan Karakter siswa Melalui teks sastra, sebagaimana yang saya ketahui dalam buku teks pelajaran  Bahasa Indonesia sangat minim dari pembelajaran sastranya, lebih banyak memuat pelajaran mengenai bahasanya saja. Dalam hal perencanaan penelitian ini yang saya ingin buktikan apakah teks-teks sastra dapat berfungsi sebagai alat untuk menumbuhkan karakter siswa, namun dalam pembuatan penelitian ini yang harus saya perhatikan terlebih dahulu adalah kurikulum, yaitu apakah masalah yang akan saya bahas ini terdapat pada kurikulum atau tidak. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Esti Ismawati M.Pd tersebut adalah penelitian yang dilakukan dengan acuan KTSP. Berbeda dengan saya, saya akan melakukan perencanaan penelitian jurnal dengan acuan Kurikulum 2013 yang mana Dikaitkan dengan pendekatan yang harus digunakan dalam kurikulum 13, yakni scientific approach, lima komponen yang mestinya dilaksanakan yakni : MENGAMATI (observing), MENANYA (questioning), MENALAR (reasoning), MENCOBA (experienting), dan MEMBENTUK JEJARING (networking).
 Menurut Dr.Esti Ismawati M.Pd kurikulum 2013 masih belum bisa mengaitkan pembelajaran dengan karakter yang disasar. Memang benar semua itu dikarenakan guru yang belum siap dan tidak mampunya sekolah dalam melakukan percobaan/pembaharuan terhadap siswanya. Untuk itu saya kira perencanaan penelitian saya melalui teks sastra akan terlihat apakah teks sastra yang dipelajari akan dapat menumbuhkan karakter siswa. Pembelajaran teks sastra pada kurikulum 2013 salah satunya adalah pantun, dengan memaknai sebuah pantun dewasanya siswa akan sedikit demi sedikit dapat menumbuhkan karakternya.
            Masalah pertama yang akan saya teliti yaitu bagaimana minat  dan keadaan emo siswa dalam pelajaran teks sastra. Seperti kita ketahui siswa memiliki kecenderungan sifat bosan, dengan mempelajari teks sastra apakah siswa antusias dalam menjalankan lima komponen pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013 yaitu, mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring. Sebelumnya dilihat dulu guru yang mengajar apakah guru juga memiliki karakter yang dapat mendorong siswa lebih antusias dalam pembelajaran. Selain itu guru dapat mengembangkan empat keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia juga akan di teliti yang mana mata pelajaran lain dapat di campur dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia misalnya artikel mengenai mata pelajaran sains.
            Masalah kedua yakni ketersediaan bahan teks sastra, apakah guru atau sekolah dapat memberikan buku-buku mengenai sastra, jadi siswa tidak kaku dan tidak terpaku pada satu buku saja. Walaupun sebenarnya dalam kurikulum 2013 siswa yang berperan aktif dalam pengumpulan bahan ajar/materi ajar.
            Masalah ketiga yakni bagaimana hasil dari implementasi pendidikan karakter yang telah ditujukan kepada siswa melalui pembelajaran tersebut apakah memiliki kemajuan dari sebelumnya yang telah dikatakan oleh Dr.Esti Ismawati, M.Pd bahwa ada beberapa karakter siswa yang belum tercapai pada kurikulum KTSP. Dengan begitu dapat terlihat bagaimana perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013 dalam hal penggunaan model pembelajaran untuk mencapai tujuan siswa berkarakter.
DRAFTING (Mengumpulkan Konsep-Konsep) atau bisa disebut mengumpulkan buku-buku penting sebagai bahan kekuatan pendapat kita dalam penelitian. Untuk melakukan penelitian ini buku dan bahan yang saya perlukan adalah silabus SMA kurikulum 2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, buku mengenai telaah kurikulum , buku panduan bahan ajar sesuai dengan kurikulum 2013, buku pengantar pendidikan, buku perkembangan peserta didik, buku teks sastra misalnya kumpulan puisi, cerpen, pantun dan buku-buku yang berkaitan dengan teks sastra. Dengan pegangan atau bahan dari buku-buku ini saya harap penelitian yang saya lakukan dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dimana saya mengambil teori dan memberikan pendapat tidak sembarangan melainkan berdasarkan para ahlinya. Selain buku-buku saya juga dapat mengumpulkan bahan melalui penelitian-penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen, professor, dan ahli yang mana bahan tersebut akan jadi tambahan untuk memperkuat argumen saya dalam meneliti.
REVISING disebut juga meninjau kembali , setelah membuat tulisan ini dan membacanya, saya banyak menemukan kekurangan pada tulisan saya baik dari segi penulisannya, maupun keterbatasan teori dan pengetahuan. Tulisan ini saya buat semata-mata sebagai pembelajaran atas saya sebagai seorang pemula yang masih mengimajinasikan sebuah rencana jurnal penelitian. Untuk itu saya harap dari dosen pengampu mata kuliah ini dapat memberikan bimbingan terhadap saya dalam melakukan evaluasi terhadap tulisan saya yang masih lemah akan teori, contoh, serta bahan yang begitu sedikit. Yang mana saya hanya mengembangkan tulisan saya melalui sumber yang saya baca, yakni jurnal yang saya jadikan acuan, pembahasan kurikulum 2013, dan silabus mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia SMA.
WORKING WITH PROCESS atau Bekerja Sesuai Proses. Saat melakukan pembuatan tulisan ini saya melalui proses pengkhayalan yang begitu lama, saya memikirkan ide selama satu minggu, dimana berawal dari memilah jurnal apa yang akan saya jadikan sebagai acuan hingga sehari sebelum tugas tulisan ini dikumpulkan jurnal yang say abaca berulang kali terpilihlah satu jurnal ini yang sekarang saya jadikan acuan untuk terakhir kalinya membaca jurnal ini ide itu mucul begitu saja, ide mengenai rencana penelitian jurnal. Mengerjakan tulisan ini dengan penuh semangat dan kerja keras agar tulisan ini dapat terlihat penting dan bermanfaat. Oleh sebab itu saya menyadari bahwa mengerjakan sebuah tulisan tidak semudah saat kita melisankan nya, memang pemikiran itu ada dikepala, namun entah mengapa begitu sulit jika disampaikan melalui tulisan. Seperti halnya dalam buku yang pernah say abaca terdapat sebuah kutipan seperti ini bunyinya “ kalau kita menulis seperti kita berbicara maka kita akan menjumpai bahwa tidak seorangpun yang mau membacanya, dan kalau kita berbicara seperti kita menulis maka jelas bahwa tidak ada orang yang mau mendengarkannya”.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar