SCIENTIFIC
WRITING
PLANNING
biasa disebut juga perencanaan, perencanaan jurnal penelitian saya yang berasal
dari acuan jurnal yang telah saya baca, pertama saya mencari masalah yang belum
diteliti oleh penulis agar tidak terjadi plagiat atau penjiplakan. Jurnal yang
saya jadikan sebagai acuan perencanaan penelitian saya adalah jurnal penelitian
pada tahun 2014 yang berjudul PEMBELAJARAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
BERBASIS
KARAKTER : SEBUAH EVALUASI KINERJA oleh Dr. Esti Ismawati, MPd.
Disini
penulis melakukan penelitian terhadap pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia
berbasis karakter. Dimana penulis mengatakan bahwa pendidikan karakter yang
dimasukan kedalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia hanya beberapa saja
yang tercapai tujuannya. Dr.Esti Ismawati, M.Pd mengatakan bahwa Pendidikan
karakter yang dimasukkan dalam mata pelajaran bahasa dan sastra Indonesia
baru memperoleh capaian 14 butir dari 18 butir yang diinternalisasi dalam diri
siswa. Keempat butir karakter yang belum menjadi bagian dalam pribadi siswa
adalah
(1) kreatif,
(2) curiousity atau rasa
ingin tahu,
(3) cinta tanahair, dan
(4) gemar membaca.
Menurutnya
tulisan yang ia buat terfokus pada satu butir implementasi pendidikan karakter
dalam kurikulum yakni Integrasi Pendidikan Karakter dalam pengajaran Bahasa dan
Sastra Indonesia.
Setelah
membaca jurnal penelitian ini rencananya saya akan membuat jurnal penelitian
baru yakni Menumbuhkan Karakter siswa Melalui teks sastra, sebagaimana yang
saya ketahui dalam buku teks pelajaran Bahasa Indonesia sangat minim dari
pembelajaran sastranya, lebih banyak memuat pelajaran mengenai bahasanya saja.
Dalam hal perencanaan penelitian ini yang saya ingin buktikan apakah teks-teks
sastra dapat berfungsi sebagai alat untuk menumbuhkan karakter siswa, namun
dalam pembuatan penelitian ini yang harus saya perhatikan terlebih dahulu
adalah kurikulum, yaitu apakah masalah yang akan saya bahas ini terdapat pada
kurikulum atau tidak. Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Esti Ismawati M.Pd
tersebut adalah penelitian yang dilakukan dengan acuan KTSP. Berbeda dengan
saya, saya akan melakukan perencanaan penelitian jurnal dengan acuan Kurikulum
2013 yang mana Dikaitkan dengan pendekatan yang harus digunakan dalam kurikulum
13, yakni
scientific approach, lima komponen yang mestinya dilaksanakan yakni : MENGAMATI
(observing), MENANYA (questioning), MENALAR (reasoning), MENCOBA
(experienting), dan MEMBENTUK JEJARING (networking).
Menurut Dr.Esti Ismawati M.Pd kurikulum 2013
masih belum bisa mengaitkan pembelajaran dengan karakter yang disasar. Memang
benar semua itu dikarenakan guru yang belum siap dan tidak mampunya sekolah
dalam melakukan percobaan/pembaharuan terhadap siswanya. Untuk itu saya kira
perencanaan penelitian saya melalui teks sastra akan terlihat apakah teks
sastra yang dipelajari akan dapat menumbuhkan karakter siswa. Pembelajaran teks
sastra pada kurikulum 2013 salah satunya adalah pantun, dengan memaknai sebuah
pantun dewasanya siswa akan sedikit demi sedikit dapat menumbuhkan karakternya.
Masalah pertama yang akan saya teliti yaitu bagaimana minat dan keadaan
emo siswa dalam pelajaran teks sastra. Seperti kita ketahui siswa memiliki
kecenderungan sifat bosan, dengan mempelajari teks sastra apakah siswa antusias
dalam menjalankan lima komponen pendekatan yang digunakan dalam kurikulum 2013
yaitu, mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring. Sebelumnya
dilihat dulu guru yang mengajar apakah guru juga memiliki karakter yang dapat
mendorong siswa lebih antusias dalam pembelajaran. Selain itu guru dapat
mengembangkan empat keterampilan berbahasa seperti menyimak, berbicara,
membaca, dan menulis. Pembelajaran Bahasa Indonesia juga akan di teliti yang
mana mata pelajaran lain dapat di campur dengan mata pelajaran Bahasa Indonesia
misalnya artikel mengenai mata pelajaran sains.
Masalah kedua yakni ketersediaan bahan teks sastra, apakah guru atau sekolah
dapat memberikan buku-buku mengenai sastra, jadi siswa tidak kaku dan tidak
terpaku pada satu buku saja. Walaupun sebenarnya dalam kurikulum 2013 siswa
yang berperan aktif dalam pengumpulan bahan ajar/materi ajar.
Masalah ketiga yakni bagaimana hasil dari implementasi pendidikan karakter yang
telah ditujukan kepada siswa melalui pembelajaran tersebut apakah memiliki
kemajuan dari sebelumnya yang telah dikatakan oleh Dr.Esti Ismawati, M.Pd bahwa
ada beberapa karakter siswa yang belum tercapai pada kurikulum KTSP. Dengan
begitu dapat terlihat bagaimana perbedaan KTSP dan Kurikulum 2013 dalam hal
penggunaan model pembelajaran untuk mencapai tujuan siswa berkarakter.
DRAFTING
(Mengumpulkan Konsep-Konsep) atau bisa disebut mengumpulkan buku-buku penting
sebagai bahan kekuatan pendapat kita dalam penelitian. Untuk melakukan
penelitian ini buku dan bahan yang saya perlukan adalah silabus SMA kurikulum
2013 Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, buku mengenai telaah kurikulum , buku
panduan bahan ajar sesuai dengan kurikulum 2013, buku pengantar pendidikan,
buku perkembangan peserta didik, buku teks sastra misalnya kumpulan puisi,
cerpen, pantun dan buku-buku yang berkaitan dengan teks sastra. Dengan pegangan
atau bahan dari buku-buku ini saya harap penelitian yang saya lakukan dapat
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dimana saya mengambil teori dan
memberikan pendapat tidak sembarangan melainkan berdasarkan para ahlinya.
Selain buku-buku saya juga dapat mengumpulkan bahan melalui
penelitian-penelitian yang pernah dilakukan oleh dosen, professor, dan ahli
yang mana bahan tersebut akan jadi tambahan untuk memperkuat argumen saya dalam
meneliti.
REVISING
disebut juga meninjau kembali , setelah membuat tulisan ini dan membacanya,
saya banyak menemukan kekurangan pada tulisan saya baik dari segi penulisannya,
maupun keterbatasan teori dan pengetahuan. Tulisan ini saya buat semata-mata
sebagai pembelajaran atas saya sebagai seorang pemula yang masih
mengimajinasikan sebuah rencana jurnal penelitian. Untuk itu saya harap dari
dosen pengampu mata kuliah ini dapat memberikan bimbingan terhadap saya dalam
melakukan evaluasi terhadap tulisan saya yang masih lemah akan teori, contoh,
serta bahan yang begitu sedikit. Yang mana saya hanya mengembangkan tulisan
saya melalui sumber yang saya baca, yakni jurnal yang saya jadikan acuan,
pembahasan kurikulum 2013, dan silabus mata pelajaran Bahasa dan Sastra
Indonesia SMA.
WORKING
WITH PROCESS atau Bekerja Sesuai Proses. Saat melakukan pembuatan tulisan ini
saya melalui proses pengkhayalan yang begitu lama, saya memikirkan ide selama
satu minggu, dimana berawal dari memilah jurnal apa yang akan saya jadikan
sebagai acuan hingga sehari sebelum tugas tulisan ini dikumpulkan jurnal yang
say abaca berulang kali terpilihlah satu jurnal ini yang sekarang saya jadikan
acuan untuk terakhir kalinya membaca jurnal ini ide itu mucul begitu saja, ide
mengenai rencana penelitian jurnal. Mengerjakan tulisan ini dengan penuh
semangat dan kerja keras agar tulisan ini dapat terlihat penting dan
bermanfaat. Oleh sebab itu saya menyadari bahwa mengerjakan sebuah tulisan
tidak semudah saat kita melisankan nya, memang pemikiran itu ada dikepala,
namun entah mengapa begitu sulit jika disampaikan melalui tulisan. Seperti
halnya dalam buku yang pernah say abaca terdapat sebuah kutipan seperti ini
bunyinya “ kalau
kita menulis seperti kita berbicara maka kita akan menjumpai bahwa tidak
seorangpun yang mau membacanya, dan kalau kita berbicara seperti kita menulis
maka jelas bahwa tidak ada orang yang mau mendengarkannya”.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar